#mangetsu { position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; right:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); } #mangetsu a { filter:alpha(opacity=65); -moz-opacity:0.65; opacity:0.65; border:0; } #mangetsu img { border:0; } #mangetsu a:hover { filter:alpha(opacity=100); -moz-opacity:1; opacity:1; }

Rabu, 27 Juni 2012

Masa-Masa SMA

Sudah hampir 1 tahun aku menyandang status Jomblo. Semua temanku sudah punya pasangan . pingin dech bias ngedate bareng temen-temen. Tapi ……
“Hai , Dina “ sapa Rani, temen barunya
“Eh, Rani ! dari mana?
“Aku abis makan sama MR .”
Jawaban Rani membuat raut wajah dina jadi kusut, dina pun pergi meninggalkan Rani yang masih kebingunan dengan ekspresi muka dina.

Di koredor sekolah Fitri merenung sendiri berharap akan ada pangeran tampan yang menjemputnya dari kesendirian . akhirnya Fitri kembali ke kelas. Pelajaran sejarah bagitu membosankan, udah kiler abis, nyampein meteri gak jelas bad mood. Tapi bad moodku sebetika berubah menjadi sebuah semangat yang begitu tinggi. Saat ku menatap matanya yang terang, sikapnya bijak, senyumnya begitu menawan mampu menyihir hatiku yang hamper punah.
 “ Tuhan , siapa kah dia? Mengapa hati bergetar saat ku menatap matanya?”
Sayang , lamunan indah itu berakhir dengan sebuah benjol di atas pelipis mata. Kepala Dina benjol akibat terjangan tipe X , sudah berteriak agar dina menunduk, tapi Dina malah ngelamun jadi salah sasaran dech.
Tapi rasa sakit itu tak terasa saat dia berjalan dengan gagah menghampiriku. Dia semakin Dekat…. Dekat …. Dekat “ Hai , jangan melamun terus, nanti kena terjangan tipe X lagi loh
“Oh Tuhan …… dia menyapaku, dia menegurku. Apa aku sedang bermimpi… Auu sakit bearti aku sedang tidak bermimpi.”
“ Aku bahagia tuhan” serentak semua murid  termasuk pak KH, guru Sejarah yang kiler itu pun menantap dina heran. Eka yang teman sebangkunya pun turut melonggo memperhatikan sikap ane yang baru saja dina pertontonkan.
Pak KH  dengan raut wajah mengerutpun langsung menegur dina” Dina apa-apaan kamu. Kamu fikir ini hutan teriak-teriak gak jelas. Memangnya kamu bahagia kenapa, tugas kamu sudah selesai !! Dina tak berani menyahutinya, ia pun hanya diam lalu duduk kembali.
Kenaikan kelas kurang 1 bulan lagi, tugas ku sebagai pelajar jadi semakin berat karna aku harus menyelesaikan tugas dari Kepsek untuk menyelesaikan artikel majalah sekolah pada akhir bulan. Namun itu semua tak ku ambil pusing karna anak mading di bantu oleh anak osis dan pangeran, jadi semakin dekat. Hari  ini pembagian kelompok untuk pembuatan artikel majalah sekolah, mudah-mudahan aku dan dia 1 kelompok, aammmmiiiiinnnn J
                Pendataan cerpen
                1).M.A. Safitri
                2). M.J. Rochman
                3). A.F.Ibrahim
                4).A.D.Eka.P
“ YESS, aku 1 kelompok sama pangeran ku. Terimakasih Tuhan , engkau tlah mengkabulkan doaku .”
SD(osis) : “ oke semua sudah tau kelompok masing-masing. Minggu depan kita pertemuan lagi untuk survey. Selamat sore. ”
“ Ehh… Fit ? kapan kita woro-woro ke kelas” ?? Tanya Eka dan Ibrahim
“yaahhh.. aku siih terserah, besuk gimana ??

Tiba-tiba Rochman ikut nimbrung “ Boleh juga lebih cepat lebih baik”.  Eemm serasa di hipnotis, Fitri
seakan tidak mau mengedipkan matanya
“Fitri… Fiiiittt….Fittrriii” Teriakan eka yang tepat di telinga fitri membuat fitri tersadar dari lamunannya.

“Dasar edan” Eka lalu meninggalkan Fitri yang masih melamun indah namun gak jelas.   
                Rapat tlah usai , namun fitri masih belum sadar dari lamunanya, Lamunan fitri bunyar saat Rochman bangkit dari duduknya.
“yahh…yahh.. pergi dech? “Desah fitri dalam hati.”
“ Fitri, ayoo balik ke kelas” Ajak Eka…
Saat Eka mengajak Fitri kekelas, kepala fitri serasa Abu panas yang di tuangi air es, dinngiiiin. Fitri baru sadar,dirinya kan satu kelas sama Rochman . Dengan sigap, Dina menarik tangan Eka dan mengajak kembali kekelas.
Setibanya  di Kelas….
“Lehh, mana Rochman ?? Tanya Fitri dalam hati.
“ Paling-paling dia ke kamar mandi” dengan muka fitri yang begitu kusut

Melihat Fitri yang aneh, Eka bertanya pada Fitri “ Fitri kamu kesambet setan apa siihh? Tadi Happy sekarang Sad ? What Happened? Dengan Bibir manyun, Dina menjawab enteng, pertanyaan Eka” want to know”
Eka hanya mampu menebah dadanya melihat keanehan Fitri.


                “Yeeeaacchh… Hari ini  ada rapat majalah sekolah lagi. Ketemu lagi. Hooreee…. Hooree…Horee Fitri Terlihat begitu girang saat agung member tahu bahwa siang nanti akan diadakan rapat majalh sekolah.
Fitri berharap:
“Tuhan , Ku mohon lebih dekatkan kami, Tuhan. Hati ini terlanjur jatuh cinta padanya. Jangan jauhkan kami Tuhan, Kalu bias buat kami memiliki hubungan khusus. Ammiiinn
Doa yang fitri panjatkan dalam hati namun penuh kesungguhan.
Saat fitri membuka  mata , Rochman berjalan menghampirinya.
“Haaduuuhhh …. Rochman dating .” lagi-lagi fitri membuat eka kesekian kalinya menggelengkan kepala melihat keanehan Fitri

“Cinta butuh perjuangan”
“Cinta juga pengorbanan”
“Cinta mampu merubah segalanya”
“Benci jadi sayang’
“Sayang Jadi Benci”
“Huuhh, Jika di jabarkan cinta memiliki begitu banyak makna”
“Tanpa tak banyak orang paham akan makna Cinta’
“Cinta begiku adalah Kebahagiaan”
‘Dan Kebahagiaan adalah Senyumnya”

“wwoouu , puisi yang bagus, puisi siapa nih?” Tanya Rochman pada Eka
“oohh itu, puisinya Fitri, Kenapa ?”Jawab Eka
“Gak, puisinya bagus aku suka, kita terbitkan aja?”usul Rochman, Eka pun mengangguk tanda setuju”


                1 minggu lagi majalh terbit. Fitri masih belum tau jika puisinya di tampilkan di majalha saat majlah di tampilkan di majalah. Saat majalah sudah terbagi, Fitri keheranan melihat puisinya ada di majalah.
“Eka ini kan puisi aku , Kok bisa muncul di majalah. Aku kan gak pernah naruh puisi di kelompok pendataan puisi” Tanya Fitri heran
Dengan senyum sumringah eka menjawab
“Pangeran tampanmu yang naruh”
Dengan sedikit bingung, Fitri mengartikan jawaban Eka “Pangeran bearti…”
“Eka ,bener kamu gak bohong. Rochman yang naruh puisi ‘ karena jawaban fitri benar, eka hanya mengangguk
Sambil di peluknya majalah sekolah fitri memejamkan mata, mengucap terima kasih pada Tuhan.
“Tuhan terima kasih, kau tlah dekatkan dia padaku. Ini memang benar yang ku inginkan, jangan rubah keadaan ini Tuhan, jka engkau saying padaku buat dia menjadi miliku selamanya. Ammiiinn J